Halaman
Minggu, 10 Februari 2013
Isi Hatiku
karya : Adinda Yanti (Darmiyanti)
aku bingung akan sesuatu
apakah aku harus menjauhimu?
sebelum aku terlanjur suka padamu
aku takut terjadi karma pada diriku
karena cintaku merendahkan harga diriku
aku wanita yang tak begitu lemah
tapi karena cinta aku pun tak berdaya
maka dari itu tolong jangan kau sakiti aku
bila memang kau bukan untuk ku
jangan ada luka antara kau dan aku
aku sangat menyayangimu bukan berarti kau harus jadi miliku...
Kamis, 03 Januari 2013
Dua Sentimeter
Jadi bingung aku mau berkata apa,
karena kata-kata seolah kehilangan maknanya.
Udara di antara kami menegang —
hangat dan dingin beradu tanpa suara.
Bibirku kini hanya dua sentimeter dari bibirnya,
detik terasa menua di antara napas yang saling menyapa.
Aku tak lagi melihat senyumnya,
tak lagi ada cemberut yang biasanya menantangku,
karena mataku telah terperangkap oleh matanya —
dua samudra kecil yang menenggelamkan seluruh amarahku.
Sungguh, pertengkaran kami hanyalah badai yang malu,
karena kini bibirku dan bibirnya bertengkar dengan cara yang lain —
tanpa kata, tanpa dendam,
hanya sentuhan yang mengguncang waktu.
Amarah yang tadi menyalakan dada,
pelan-pelan luruh jadi api lembut,
menyala bukan untuk membakar,
tapi untuk menghangatkan jarak yang nyaris retak.
Dan di antara diam yang panjang,
aku mengerti sesuatu yang tidak pernah sempat kuucapkan:
bahwa cinta, ternyata,
bisa lebih kuat dari logika,
lebih jujur dari permintaan maaf,
lebih tulus dari semua alasan.
Rabu, 30 November 2011
Galau (2)
itu masih suatu hal yang bisa dimaklumi, kadang pula galau menjalar seperti lantunan lirik "lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ini"
karena memang cinta itu biang kegalauan bagi jiwa2 muda yg masih sendiri
Pangeran Embun 26102011 00:35
Galau (1)
Galau, mengapa kau menjengukku?
Dengan wajah yg terlihat malu2, namun sangat menginginkanku.
Aku sama sekali tak mau bersamamu.
Namun sekarang kau tlah menjelma bagai penyakit kudis, dibiarkan makin menggelitik, digaruk makin melebar.
Sungguh aneh dirimu, sangat kubenci namun sekarang melekat di diriku.
Kau tlah membuatku ragu.
Ingin melangkah, tidak mengerti arah.
Ingin diam merasa tidak nyaman.
Gundah, bimbang muncul dg suka cita diatas derita ini.
Pangeran Embun 26102011 00:35
Sabtu, 16 Juli 2011
Satu Kata (Versi 6)
Cukup satu kata untuk orang yang dibenci
Cukup satu kata untuk orang yang menyayangimu
Cukup satu kata untuk orang yang memusuhimu
Satu kata ini cukup dikatakan pada kekasihmu
Satu kata ini cukup dikatakan pada musuhmu
Satu kata ini cukup dikatakan pada kakakmu
Satu kata ini cukup dikatakan pada adikmu
Satu kata ini cukup dikatakan pada sahabatmu
Hanya satu kata
Tidak lebih
Rabu, 15 Juni 2011
Bacalah
Aku telah membaca
Bacalah
Apa lagi yang harus kubaca?
Bacalah
Aku sudah membacanya
Bacalah
Mengapa aku harus membacanya lagi?
Bacalah
Aku sudah mengerti akan isinya
Bacalah
Aku tidak ingin mengulangi apa yang telah kubaca
Bacalah
Aku bisa menjelaskan apa yang telah kubaca
Bacalah
Mengapa kamu paksa aku membaca?
Bacalah
Aku tidak ingin membacanya
Bacalah
Aku benci akan dirimu
Bacalah
Aku tidak mau kamu suruh
Bacalah
Aku bukan budakmu
Bacalah
Aku tidak bisa membaca
Bacalah
Mengapa kamu masih menyuruhku?
Bacalah
Aku tidak suka membaca
Rabu, 08 Juni 2011
Hujan yang bising itu
Selasa, 07 Juni 2011
Lentera penerangku
Minggu, 05 Juni 2011
Baru kusadari
Kamis, 14 April 2011
Satu Kata (Versi 5)
Setelah mendengar satu kata
Yang terucap dari bibir indahmu
Kamis, 13 Januari 2011
Selasa, 11 Januari 2011
Satu Kata (Versi 3)
Begitu juga orang di sekelilingmu
Dan pasti kau siap kehilangan apapun
Karena satu kata ini
Meskipun kau sulit katakannya
Satu Kata (Versi 2)
Satu kata yang membuatku terheran-heran
Satu kata ini yang membuatku kagum
Akan suatu kebodohan manusia
Yang mengakhiri hidup karenanya
Hanya satu kata saja
Tidak lebih
Satu Kata (Versi 1)
Karena setiap orang memiliki pengertian tersendiri
Senin, 03 Januari 2011
Inginku
Agar pandanganku tidak selalu menuju padamu
Ingin kucincang telingamu dengan belati di dapur
Agar aku muntah waktu melihatmu
Ingin kusumpal mulutmu dengan tumpukan jerami
Agar kau tak bisa memanggil namaku
Ingin kucongkel matamu dan kubakar bulu matamu
Agar tak bisa kau mencariku
Tidak Mengerti
akan aspal, batu, tanah
dan adonan semen disebelah pemakaman itu
bertambah bimbangku karena tidak tahu
nyanyian angin di atas ilalang
tarikan nafas kepodang yang bertengger di dahan
ingin kurengkuh sehelai dirimu di pemakaman itu
bersama tarian ilalang
bersama adonan semen
Senin, 06 Desember 2010
Ade
Senyumanmu begitu menawan
Hatiku tertawan di jeruji senyumanmu
Ade
Manis sangat wajahmu
Yang selalu dihiasi senyuman
Diwarnai kata-kata indah
Ade
Kau bahagia di waktu aku gembira
Kau membimbingku menghadapi masalah
Kau bantu aku tersenyum di waktu kusedih
Ade
Ingin kusampaikan sesuatu padamu
Namun sulit bagiku untuk katakan
Bukan karena ku malu
Tapi takut kau menjauh dariku
Jumat, 29 Oktober 2010
Langkahku
Selasa, 20 April 2010
Panen Raya
Gemericik air tidurkan jerami-jerami kering
Hangatnya mentari disambut gelak tawa kurcaci
Angin sumilir lingkari tubuh mungil
Rumput dan padas bernyanyi akan cita-cita
Alunan ani-ani hilangkan sedih
Bulir-bulir gabah terbang dan menari
Burung-burung kecil lepaskan kegelisahan
Badai yang Dahsyat
Cinta, takut, harap menancap dengan kuatnya
Awan tebal gelapkan pandangan
Rengek dan tangisan kukuhkan permintaan
Hujan deras menggerus tanah dan pasir
Ratapan pilu diiringi untaian zikir
Butiran es menghantam atap tiap rumah
Ketaatan tlah menghujam dalam dadanya
Angin yang kencang terbangkan ranting dan dahan
Tangan yang menengadah sempurnakan permohonan
Air membanjiri setiap hidup dan mati
Air mata basahi pipi, dagu, dan telapak tangan