Tulisan yang berada di blog ini terdiri dari berbagai tulisan yang ditulis dengan asal-asalan. Maksudnya asal dari segala macam asal, seperti asal nulis, asal kena, asal jadi, asal enak, asal mood, asal ingin, asal dibaca, asal berguna, dan asal-asal yang lain. Namun bukan asal jiplak, asal nyalin, asal nyadur atau asal yang bisa merugikan orang lain. Siapapun boleh mengomentari, membaca, menyalin, mencetak, mempublikasikan, menerbitkan, ataupun hal yang senada dengan itu tapi harus ingat akan pencantuman nama penulis dan alamat blog ini dalam media yang digunakan untuk pelaksanaan hal atau proses tersebut.

Kamis, 03 Januari 2013

Dua Sentimeter

Jadi bingung aku mau berkata apa,
karena kata-kata seolah kehilangan maknanya.
Udara di antara kami menegang —
hangat dan dingin beradu tanpa suara.

Bibirku kini hanya dua sentimeter dari bibirnya,
detik terasa menua di antara napas yang saling menyapa.
Aku tak lagi melihat senyumnya,
tak lagi ada cemberut yang biasanya menantangku,
karena mataku telah terperangkap oleh matanya —
dua samudra kecil yang menenggelamkan seluruh amarahku.

Sungguh, pertengkaran kami hanyalah badai yang malu,
karena kini bibirku dan bibirnya bertengkar dengan cara yang lain —
tanpa kata, tanpa dendam,
hanya sentuhan yang mengguncang waktu.

Amarah yang tadi menyalakan dada,
pelan-pelan luruh jadi api lembut,
menyala bukan untuk membakar,
tapi untuk menghangatkan jarak yang nyaris retak.

Dan di antara diam yang panjang,
aku mengerti sesuatu yang tidak pernah sempat kuucapkan:
bahwa cinta, ternyata,
bisa lebih kuat dari logika,
lebih jujur dari permintaan maaf,
lebih tulus dari semua alasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar