Tulisan yang berada di blog ini terdiri dari berbagai tulisan yang ditulis dengan asal-asalan. Maksudnya asal dari segala macam asal, seperti asal nulis, asal kena, asal jadi, asal enak, asal mood, asal ingin, asal dibaca, asal berguna, dan asal-asal yang lain. Namun bukan asal jiplak, asal nyalin, asal nyadur atau asal yang bisa merugikan orang lain. Siapapun boleh mengomentari, membaca, menyalin, mencetak, mempublikasikan, menerbitkan, ataupun hal yang senada dengan itu tapi harus ingat akan pencantuman nama penulis dan alamat blog ini dalam media yang digunakan untuk pelaksanaan hal atau proses tersebut.

Kamis, 03 Januari 2013

Dua Sentimeter

Jadi bingung aku mau berkata apa,
karena kata-kata seolah kehilangan maknanya.
Udara di antara kami menegang —
hangat dan dingin beradu tanpa suara.

Bibirku kini hanya dua sentimeter dari bibirnya,
detik terasa menua di antara napas yang saling menyapa.
Aku tak lagi melihat senyumnya,
tak lagi ada cemberut yang biasanya menantangku,
karena mataku telah terperangkap oleh matanya —
dua samudra kecil yang menenggelamkan seluruh amarahku.

Sungguh, pertengkaran kami hanyalah badai yang malu,
karena kini bibirku dan bibirnya bertengkar dengan cara yang lain —
tanpa kata, tanpa dendam,
hanya sentuhan yang mengguncang waktu.

Amarah yang tadi menyalakan dada,
pelan-pelan luruh jadi api lembut,
menyala bukan untuk membakar,
tapi untuk menghangatkan jarak yang nyaris retak.

Dan di antara diam yang panjang,
aku mengerti sesuatu yang tidak pernah sempat kuucapkan:
bahwa cinta, ternyata,
bisa lebih kuat dari logika,
lebih jujur dari permintaan maaf,
lebih tulus dari semua alasan.

Rabu, 02 Januari 2013

Salah Satu Tanda Kiamat

Salah satu tanda kiamat adalah ada hujan namun tidak ada tanaman yang tumbuh.
Apakah ini hujan asam? 
Berapa tingkat keasamannya? 
Seberapa banyak polutan yang berada di udara? 
Seberapa banyak lahan hutan/tanaman yang jadi industri/pabrik? 
Seberapa banyak kendaraan bermotor? 
Seberapa kepedulian kita terhadap alam kita? 
Sedangkan menjaga kelestarian alam adalah tugas kita sebagai hambaNYA.

Selasa, 01 Januari 2013

Siapakah yang mencintaimu?

Siapakah yang mencintaimu?
Orang tuamu yang membesarkan dan selalu menasehatimu.
Kakak adikmu yang selalu bersamamu dan bercanda denganmu.
Guru-gurumu yang mendidikmu.
Teman dekatmu yang selalu berbagi apapun denganmu.

Mereka melakukan banyak hal yang membuatmu bahagia, maka syukuri. Mereka juga melakukan banyak hal yang mungkin tidak kamu sukai, maka maafkanlah. Mereka lakukan hal itu semata-mata karena mereka mencintaimu dengan ikhlas.

Senin, 31 Desember 2012

Tanda-tanda cinta

Apakah tanda dia yang mencintai kita?
1. Dia selalu mengingatkan kita bila kita ada salah
2. Dia selalu menerima kita dengan lapang dada
3. Dia selalu siap untuk menjadi tempat curhat kita
4. Dia selalu mengajak dan mengingatkan kita untuk berbuat baik
5. Dia tidak ingin kita tertimba musibah, gagal, sakit, kesusahan

Jumat, 28 September 2012

Mur dan Baut

mengapa pria boleh poligami sedangkan wanita tidak boleh poliandri, kita devinisikan saja pria sebagai baut dan wanita sebagai mur.
1. setiap baut akan terpasang dengan mur yang ukurannya sama dengan dirinya
”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).” (Annur ayat 26)

2. setiap mur bisa terlepas dari baut bila salah satu darinya atau dua2nya sudah aus, hal ini sangat berbahaya bagi sambungan yang terdapat diantara mereka
"Perbuatan halal yang paling dibenci Allah adalah perceraian" (HR. Ibnu Majah)

3. setiap baut memiliki kemampuan yang berbeda untuk memasangkan jumlah mur pada dirinya tergantung dari panjang baut tersebut
“Dan jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil terhadap anak-anak atau perempuan yatim (jika kamu mengawininya), maka kawinlah dengan perempuan lain yang menyenangkan hatimu; dua, tiga, atau empat. Jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil (terhadap istri yang terbilang), maka kawinilah seorang saja, atau ambillah budak perempuan kamu. Demikian ini agar kamu lebih dekat untuk tidak berbuat aniaya” (An-Nisa` ayat 3)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata mengenai surat An Nisa’ ayat 19 di atas, “Berkatalah yang baik kepada istri kalian, perbaguslah amalan dan tingkah laku kalian kepada istri. Berbuat baiklah sebagai engkau suka jika istri kalian bertingkah laku demikian.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 400)
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya” (QS. Ath Tholaq: 7).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Bapak dari si anak punya kewajiban dengan cara yang ma’ruf (baik) memberi nafkah pada ibu si anak, termasuk pula dalam hal pakaian. Yang dimaksud dengan cara yang ma’ruf adalah dengan memperhatikan kebiasaan masyarakatnya tanpa bersikap berlebih-lebihan dan tidak pula pelit. Hendaklah ia memberi nafkah sesuai kemampuannya dan yang mudah untuknya, serta bersikap pertengahan dan hemat” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2: 375).
“Bertakwalah kepada Allah pada (penunaian hak-hak) para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Kewajiban istri bagi kalian adalah tidak boleh permadani kalian ditempati oleh seorang pun yang kalian tidak sukai. Jika mereka melakukan demikian, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakiti. Kewajiban kalian bagi istri kalian adalah memberi mereka nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf” (HR. Muslim no. 1218).
“Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah” (HR. Abu Daud no. 2142. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
Dari Aisyah, sesungguhnya Hindun binti ‘Utbah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang suami yang pelit. Dia tidak memberi untukku dan anak-anakku nafkah yang mencukupi kecuali jika aku mengambil uangnya tanpa sepengetahuannya”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ambillah dari hartanya yang bisa mencukupi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan kadar sepatutnya” (HR. Bukhari no. 5364).

4. setiap mur tidak bisa terpasang pada lebih dari satu baut dalam waktu yang sama
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
“Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”, tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi. Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad 4: 341 dan selainnya. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1933)
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (QS. Al Ahzab: 33).
“Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang, lantas si istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu Shubuh” (HR. Bukhari no. 5193 dan Muslim no. 1436).
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak ajakan suaminya melainkan yang di langit (penduduk langit) murka pada istri tersebut sampai suaminya ridha kepadanya.” (HR. Muslim no. 1436)
“Tidak halal bagi seorang isteri untuk berpuasa (sunnah), sedangkan suaminya ada kecuali dengan izinnya. Dan ia tidak boleh mengizinkan orang lain masuk rumah suami tanpa ijin darinya. Dan jika ia menafkahkan sesuatu tanpa ada perintah dari suami, maka suami mendapat setengah pahalanya”. (HR.  Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

5. mur hanya bisa berpasangan dengan baut begitu juga sebaliknya
“Siapa saja di antara kalian mendapati seseorang yang melakukan perbuatan kaum Luth maka bunuhlah pelakunya beserta pasangannya.“ Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad 1/300 dan lihat Shahih Al-Jaami’: 6565.

keterangan
poin 1, sudah jelas
poin 2, sudah jelas
poin 3, ingin poligami? sudah bisakah memenuhi kewajiban2 yang tersebut di atas?
poin 4, ingin poliandri? bisakah poliandri dilakukan dengan tetap memenuhi kewajiban2 yang tersirat pada ayat dan hadist di atas?
poin 5, sungguh menakutkan ancaman bagi kaum homoseksual

Jumat, 24 Agustus 2012

Sampai Mana Kamu Bisa Menjawab?

Tulisan ini hanya untuk instropeksi diri akan kualitas dari ibadah sholat yang kita lakukan. Jawablah satu per satu sesuai urutan dan jangan terlalu cepat. Segera instropeksi diri bila belum dapatkan jawaban sempurna. Jawaban tidak perlu ditulis atau dikatakan. Cukup dalam hati saja. Semoga bisa memberi pencerahan.
  • Berapa kali kamu sholat fardhu? (Jawaban Sempurna: 5 kali sehari)
  • Berapa kali kamu sholat fardhu tepat waktu dalam sehari? (Jawaban Sempurna: 5 kali sehari)
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat” Bukankah shalat adalah kewajiban yang diperintahkan Allah SWT ? ”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya”. (QS. Al-Maa’uun(107):4-5)

  • Berapa kali kamu sholat fardhu berjamaah dalam sehari? (Jawaban Sempurna: 5 kali sehari)
  • Berapa kali kamu sholat fardhu tepat waktu dan berjamaah dalam sehari? (Jawaban Sempurna: 5 kali sehari)
Dari Abu Musa ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “ Barangsiapa mengerjakan shalat di dua waktu dingin (Subuh dan Isya’ secara berjamaah ) niscaya dia akan masuk surga“. ( HR Bukhari Muslim).
  • Berapa kali kamu sholat fardhu tepat waktu dan berjamaah di masjid dalam sehari? (Jawaban Sempurna: 5 kali sehari) 
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : “ Ada seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah saw dan berkata :”Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak punya penuntun yang menuntunku ke masjid”. Maka Rasulullah memperkenankan  (memberinya keringanan). Namun setelah ia hendak pulang, Rasululah memanggilnya kembali dan bertanya : ”Apakah engkau mendengar adzan untuk shalat ?”. Ia menjawab : “Ya”. Beliau bersabda :”Kalau begitu datanglah.” (HR Muslim).
  • Berapa kali dalam sehari kamu datang ke masjid lebih awal untuk dapatkan sholat sunnah tahiyatul masjid dan sholat sunnah rowatib sebelum sholat fardhu berjamaah? (Jawaban Sempurna: 5 kali sehari)
"Allah memberikan perumpamaan bagi yang datang ke masjid lebih awal, sebelum adzan berkumandang, dengan matahari. Bagi yang menuju ke masjid dalam keadaan adzan dengan bulan, dan yang datang ke masjid setelah adzan dengan bintang. Jika dilihat dari segi cahayanya, tentu sinar matahari lebih bercahaya daripada bulan atau bintang. Namun, tak sedikit yang menyadarinya sehingga nyaman shalat sendiri." (Abdullah Gymnastiar) 
  • Berapa kali kamu membayangkan hal di luar sholat dalam menjalankan sholat berjamaah di masjid? 
  • Berapa kali kamu membayangkan siksa neraka dan nikmat surga dalam menjalankan sholat berjamaah di masjid?
  • Bila siksa neraka dan nikmat surga itu tiada atau tidak kekal, apakah kamu masih menjalankan ibadah sholat?
  • Bila kamu jawab iya, apakah karena cintamu pada Allah? Atau karena perkataan orang-orang di sekitarmu?
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya”. ( QS.Al-Mukminun (23):1-2)

Orang-orang yang khusyu`,(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (QS.Al-Baqarah(2):45-46)

Sumber:

Sabtu, 16 Juni 2012

Jagat I


pagi yang begitu merona
di dalam secangkir kopi
kicau burung kenari
di atas lembaran koran pagi
sinar mentari hangatkan pagi
bersama singkong rebus ba’da subuh

ontel yang renta
mengayuh batuan terjal
di jalan tua
pantopel yang tak pernah kenal semir
juga ikut menapaki
bekas jalanan perodi

pagar bambu yang mengelilingi
bangunan berdinding anyaman bambu
tampak tersenyum manis
mendengar ocehan dan canda bocah
anak dari buruh tani,
kuli bangunan,
tukang ojek,
nelayan pesisir,
dan pedagang emperan

mata selembut mahkota bunga anggrek
menatap pesona penunggang ontel
berkemeja birunya langit
bercelana gurun sahara
yang mempunyai senyuman samudera hindia

sambil menuntun kuda tunggangannya
ia berkata pada mata selembut mahkota bunga anggrek
“bu, suruh anak-anak untuk mengencangkan
sabuk pengaman dari anyaman dedaunan  jati
sebelum menapaki kilimanjaro dan menyelami atlantik”
senyum bulan sabit terpancar
dari mata selembut mahkota bunga anggrek
yang menghilang secara perlahan