Mata bertengger di dahan kelabu
Sunyi mengiris, hati terkikis
Menuai kasih rembulan pagi
Langit menggertak, tubuh merinding
Rumput bergetar mengharap air
Angin menerpa jiwa yang sepi
Hamparan debu selimuti mimpi
Lonceng berbunyi memotong ranting
Pohon berdesis, malam pun bising
Udara mencekik penghuni bumi
Bongkahan batu menelan dingin
Halaman
Tulisan yang berada di blog ini terdiri dari berbagai tulisan yang ditulis dengan asal-asalan. Maksudnya asal dari segala macam asal, seperti asal nulis, asal kena, asal jadi, asal enak, asal mood, asal ingin, asal dibaca, asal berguna, dan asal-asal yang lain. Namun bukan asal jiplak, asal nyalin, asal nyadur atau asal yang bisa merugikan orang lain. Siapapun boleh mengomentari, membaca, menyalin, mencetak, mempublikasikan, menerbitkan, ataupun hal yang senada dengan itu tapi harus ingat akan pencantuman nama penulis dan alamat blog ini dalam media yang digunakan untuk pelaksanaan hal atau proses tersebut.
Rabu, 31 Maret 2010
Minggu, 28 Maret 2010
kawan
Kawan
ku tlah saksikan kepedihan
dari daun yg menimang asa
dari sampah yg tak dipedulikan
meminta kelapangan jiwa
kawan
rasa sakit tlah kuderita
sakit yang memecah bongkahan batu dalam jiwa
yang mengurung sebagian asa
kawan
ku tlah kembali menemuimu
tuk menuntaskan rasa rindu dan lara
juga menghentikan kepedihan yg kau derita
agar kutilang betah di dekatmu
tuk dapati senyuman indah di wajahmu
ku tlah saksikan kepedihan
dari daun yg menimang asa
dari sampah yg tak dipedulikan
meminta kelapangan jiwa
kawan
rasa sakit tlah kuderita
sakit yang memecah bongkahan batu dalam jiwa
yang mengurung sebagian asa
kawan
ku tlah kembali menemuimu
tuk menuntaskan rasa rindu dan lara
juga menghentikan kepedihan yg kau derita
agar kutilang betah di dekatmu
tuk dapati senyuman indah di wajahmu
Rabu, 24 Maret 2010
Elang
Aku adalah seekor elang yang mampu memandang dengan ketajaman indera
Aku adalah seekor elang yang mampu terbang jauh nan tinggi
Aku adalah seekor elang yang mampu mengelilingi jagad dengan satu kepakan sayap
Aku adalah seekor elang yang mampu menghadapi rntangan dengan tegar
Aku adalah seekor elang yang mampu melakukan perjalanan dengan fokus
Aku adalah seekor elang yang mampu terbang jauh nan tinggi
Aku adalah seekor elang yang mampu mengelilingi jagad dengan satu kepakan sayap
Aku adalah seekor elang yang mampu menghadapi rntangan dengan tegar
Aku adalah seekor elang yang mampu melakukan perjalanan dengan fokus
Selasa, 23 Maret 2010
Senyum
Jantungku semakin berdegup kencang
Hatiku semakin bertambah rasa
Jiwaku semakin mensyukuri nikmat-Nya
Anganku semakin membayangkan
Hari yang begitu indah
Senyum yang sangat mempesona
Dari wanita yang elok parasnya
Waktu itu
Ku tak dapat berkata-kata
Hanya bisa memandang simpul bibir indah
Dan tatapan mata yang meyakinkan
Membuatku selalu mengingat keagungan-Nya
Hatiku semakin bertambah rasa
Jiwaku semakin mensyukuri nikmat-Nya
Anganku semakin membayangkan
Hari yang begitu indah
Senyum yang sangat mempesona
Dari wanita yang elok parasnya
Waktu itu
Ku tak dapat berkata-kata
Hanya bisa memandang simpul bibir indah
Dan tatapan mata yang meyakinkan
Membuatku selalu mengingat keagungan-Nya
Bening: Ketika Hati Tak Lagi Bisa Berpaling
Tubuh ini serasa tanpa asa,
seolah kehilangan kemampuan
untuk segera memalingkan mata.
Ada sesuatu yang menahan,
seakan seluruh diri ini membeku—
tanpa daya, tanpa kata.
Mata pun terus menatap,
tanpa jemu, tanpa bosan,
seperti ada magnet lembut
yang memaksa hati untuk diam.
Entah…
apakah hati ini telah berpaling?
Ataukah aku yang perlahan
menjauh dari-Nya?
Semua bermula dari satu pandangan—
pandangan yang membuatku terdiam lama,
pada seorang wanita
yang membutakan mata sekaligus membuka hati.
Wajahnya begitu bening,
jernih seperti aliran air yang menenangkan.
Akhlaknya memukau,
membuat kata-kata patah
bahkan sebelum sempat terucap.
Di hadapannya,
segala rasa yang pernah kukenal
tiba-tiba runtuh dan hilang makna.
Pusing
Teriakan-teriakan terjadi
Di kanan maupun di kiri
Menyuarakan emansipasi
Menerjemahkan hak asasi
Menggemborkan kesejahteraan
Melantunkan penderitaan
Jalanan macet
Satu jam, dua jam
Bahkan sampai tiga jam
Terhalang teriakan promosi, resepsi
Apalah itu namanya
Hari berganti hari
Teriakan makin menjadi
Kemiskinan, ketidakadilan
Kebodohan, penyelewengan
Dan lain sejenisnya
Menjadi bahan teriakan mereka
Di kanan maupun di kiri
Menyuarakan emansipasi
Menerjemahkan hak asasi
Menggemborkan kesejahteraan
Melantunkan penderitaan
Jalanan macet
Satu jam, dua jam
Bahkan sampai tiga jam
Terhalang teriakan promosi, resepsi
Apalah itu namanya
Hari berganti hari
Teriakan makin menjadi
Kemiskinan, ketidakadilan
Kebodohan, penyelewengan
Dan lain sejenisnya
Menjadi bahan teriakan mereka
Hening
Malam terasa begitu hening
Sunyi dari canda tawa bocah
Dari nyanyian pelipur lara
Dari asa yang selalu mencari celah
Untuk tampakkan sosoknya
Namun di suatu sisi
Diatas kardus
Di dalam diri seorang anak berbaju lusuh
Terdapat asa yang membara
Membakar jiwa
Gairah berkecamuk dalam tubuh kecil itu
Tuk bisa menatap matahari di jalanan
Sunyi dari canda tawa bocah
Dari nyanyian pelipur lara
Dari asa yang selalu mencari celah
Untuk tampakkan sosoknya
Namun di suatu sisi
Diatas kardus
Di dalam diri seorang anak berbaju lusuh
Terdapat asa yang membara
Membakar jiwa
Gairah berkecamuk dalam tubuh kecil itu
Tuk bisa menatap matahari di jalanan
Langganan:
Postingan (Atom)